Jati Mulyo, Lampung Selatan - INDONESIA
+62 0812 8890 680 agritusi@gmail.com

Irigasi Modern dengan Otomatisasi Irigasi Terputus (Intermittent)

Otomatisasi Irigasi

Agritusi kali ini menghadirkan salah satu kajian irigasi modern dengan teknologi canggih untuk otomatisasi irigasi secara intermittent (terputus).  Penelitian ini merupakan hasil kajian yang dilakukan oleh Ahmad Tusi, Hanhan A.S. dan Tim Peneliti lainnya dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Irigasi.  Teknik pemberian irigasi secara intermittent sangat bermanfaat untuk meningkatkan proses aerasi di dalam tanah dan meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi pada lahan pertanian.  

Pelaksanaan irigasi terputus sering terkendala karena lebih rumit dibandingkan irigasi menerus. Petani perlu sering ke lahan untuk mengontrol dan memberikan air ke lahan bila diperlukan. Sistem otomatis irigasi terputus dapat membantu mempermudah pengaplikasian irigasi terputus agar sesuai dengan kebutuhan tanaman (kelembaban tanah telah berada pada kondisi tertentu). Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan mengujicoba sistem otomatis pada penerapan irigasi terputus.

Pengkajian pada penelitian ini dibatasi pada aspek teknologi yang perlu dikembangkan dalam modernisasi irigasi terputus yaitu dengan menggunakan sistem otomatis. Sistem otomatis memungkinkan pengendalian tinggi muka air secara real-time sehingga diharapkan efisiensi penggunaan air dapat meningkat. Data kondisi lapangan (tinggi air, kelembaban tanah, cuaca dan debit) diambil dalam interval waktu tertentu untuk kemudian dikirimkan ke unit pengendali melalui wireless transceiver untuk memutuskan apakah irigasi perlu diberikan atau tidak.

Sistem otomatis disusun dari 3 sub-sistem, yaitu sub-sistem pengukuran, pengontrolan dan pengaturan. Peralatan yang dibutuhkan dalam rancangan sistem otomatis ini meliputi sensor tinggi muka air, kelengasan tanah, cuaca, komputer, software, flow meter dan pengatur debit (valve). Parameter utama yang dikendalikan dalam sistem ini diukur melalui sensor tinggi air. Sensor lainnya, (sensor kelengasan tanah dan cuaca) digunakan dalam menganalisa data hasil penelitian.

Untuk informasi lebih detil dari hasil kajian ini dapat menghubungi balai penelitian dan pengembangan teknologi irigasi, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada link berikut ini: Silahkan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *